Cara Beli Oculus Rift Murah dan Menjadi Early Adopter Teknologi Virtual Reality

Sejarah Virtual Reality

Teknologi Virtual Reality yang saat ini memang masih dipandang sebelah mata. Beberapa pengamat teknologi dan investor meragukan bahwa teknologi ini mampu tinggal landas menjadi produk massal seperti dulu terjadi pada gadget smartphone, dan akan gagal seperti dekade sebelumnya. Sayangnya sebagian mereka bahkan belum merasakan VR headset yang sesungguhnya, maksimal hanya VR berbasis Google Cardboard dan itu jauh sekali perbedaannya.

Saya termasuk suka menjadi early adopter. Dulu jaman orang pakai blackberry, saya lebih suka pakai iphone meski belum resmi masuk Indonesia. Siapa sangka sekarang hampir semua handphone memiliki fitur touchscreen dan apps store. Meski akhirnya Apple iPhone tidak lagi mendominasi dan disalip Android, tetapi tetap saja yang merubah sejarah adalah iPhone.

Begitu juga VR, saya percaya VR akan diadopsi oleh dunia seperti dulu iPhone diadopsi, meski mungkin dalam waktu 5-10 tahun kedepan. Mengapa ? Bukankah Google Cardboard sudah melewati angka 10 juta pengguna ? dan Samsung Gear VR sudah melewat angka 5 juta pengguna ? Mengapa harus menunggu begitu lama ?

Karena Virtual Reality yang sesungguhnya tidak bisa direpresentasikan oleh Google Cardboard. Pertama terkait latency yang masih tinggi, membuat pusing dan mual. Kedua terkait hand dan room tracking yang tidak ada di Cardboard, agar transport ke dunia VR benar-benar nyata.

Jadi yang mana yang bisa menggambarkan VR yang sebenarnya ? Saya sebut Oculus Rift, HTC Vive, Playstation VR dan Windows VR. Keempat-empatnya akan memimpin teknologi VR untuk maju ke masa depan yang lebih mudah diadopsi, lebih murah dan lebih massal. Sebelum saya membahas Oculus Rift, saya ingin membahas perbandingan harga ketiga lainnya terlebih dahulu.

HTC Vive

HTC Vive

HTC Vive kalau di pasaran atau marketplace di Indonesa kena 14 juta rupiah belum termasuk komputer. Komputer paling murah yang mendukung HTC Vive seharga 12 juta rupiah jadi total butuh dana 26 juta rupiah untuk mengadopsi HTC Vive. Keunggulannya ada pada dukungan game/aplikasi di Steam, hand controller dan room tracking terbaik yang ada saat ini. Detail produk bisa dibaca disini HTC Vive.

Playstation VR

Playstation VR

Playstation VR

Playstation VR hanya membutuhkan Playstation 4, jadi yang sudah memilikinya cukup merogoh uang sebesar 6 juta untuk membeli Playstation VR. Dengan harga terjangkau memang Playstation VR menjadi pemimpin penjualan dibanding HTC Vive dan Oculus Rift. Kekurangannya meski ada hand controller tetapi saat tidak ada room tracking sehingga dirasa mengurangi imersifitas. Detail bisa baca disini Playstation VR.

Microsoft VR / Mixed Reality

Microsoft VR

Microsoft VR

Windows VR atau Mixed Reality datang belakangan. Paling banyak didukung oleh pabrikan komputer antara lain Lenovo, Dell, HP, Acer dan Asus. Belum muncul di Indonesia jadi harga rupiahnya masih belum pasti. Tetapi harga di luar untuk entry level adalah sekitar USD $350. Kalau masuk Indonesia ya dikisaran 5-6 juta rupiah.

Keunggulannya selain diadopsi banyak pabrikan komputer, harga yang lebih kompetitif juga spec komputer yang lebih rendah bahkan dengan integrated graphic chipset bisa menjalankannya. Hand tracking tersedia sebagai opsi, room tracking dengan teknologi inside-out sudah integrated dengan VR Headset tanpa perlu tambahan alat.

Oculus Rift

Oculus Rift seperti iPhone di dunia smartphone. Oculus Rift menjadi yang pertama menggulirkan kembali teknologi VR melalui Kickstarter yang dipelopori oleh Palmer Luckey dan menemukan momentumnya setelah dibeli 26.5 Triliun rupiah oleh Facebook. Kelebihan Oculus Rift adalah banyak tersedia game/aplikasi berkualitas khusus VR, touch controller yang natural dan room tracking yang gak kalah dari HTC Vive. Menurut saya paket paling lengkap saat ini.

Untuk mendapatkan Oculus Rift, jika beli di marketplace di Indonesisa, saat ini perlu keluar dana 13 juta sudah termasuk room tracking dan touch controller. PC dibutuhkan bisa sedikit lebih rendah dari HTC Vive, dengan budget 9 juta rupiah bisa. Jadi butuh total 22 juta rupiah untuk mengadopsi Oculus Rift. Apa bisa lebih murah ? Bisa.

Caranya gini. Beli Oculus Rift di Amazon Oculus Rift + Touch Virtual Reality System yang saat ini lagi sale dengan harga USD $399, cari teman di Singapore dan minta tolong agar bisa dikirim ke dia. Total ke Singapore biayanya sekitar USD $150 jadi total USD $450 kalo dirupiahkan sekitar 6 juta-an. Ambil dengan terbang ke Singapore sehari PP sekitar 1 juta rupiah. Jika ditotal dengan PC maka sekitar 16 juta rupiah bisa mengadopsi Oculus yang menjadi salah satu solusi VR terbaik saat ini.

Jika tidak punya teman di Singapore maka kirim langsung ke Indonesia, maka Oculus Rift bisa didapat dengan 9 juta rupiah. Masih lebih murah daripada beli di marketplace.

Akhir Kata

Jadi begitulah sedikit serba-serbi menjadi early adopter teknologi Virtual Reality. Tidak ada keuntungan menjadi early adopter selain menjadi yang pertama sekaligus membantu teknologi tersebut menjadi mass adoption dan bisa menjadi alat bantu manusia di masa depan. VR bukan gimmick, mungkin iya saat ini karena sebagian besar hanya gamer yang bisa merasakan bisa berpindah-pindah ke dunia virtual yang tidak bisa dirasakan di dunia nyata.

Seiring hukum Moore yang masih terbukti hingga saat ini, teknologi akan 2x lebih murah dan 2x lebih canggih pada saat bersamaan dan mengakibatkan percepatan eksponensial. Jadi jangan heran jika dalam kurun waktu 5-10 tahun orang akan bingung memilih antara R dan VR.

Lazada Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *